• Bapa Gereja

  • Keluarga

  • Khotbah

  • Renungan

  • Cerita SM

  • Perpustakaan

  • Artikel

Tuhan Adalah Gembalaku

http://1.bp.blogspot.com/__VO5JhLmTL0/Sl1GUY5UR5I/AAAAAAAAACs/CQvLcjJ_gZQ/s320/2419785060084453026wdXRxn_ph.jpgMazmur 23:1-6
• Menggembala adalah salah satu pekerjaan tertua di dunia yang sudah dilakukan orang di Asia Kecil sekitar 6 ribu tahun lalu. Domba diternakkan untuk diambil susu, daging, dan bulunya untuk dijadikan wol. Abad berikutnya, domba sebagai hewan ternak dan pekerjaan menggembala sudah menyebar ke seluruh wilayah Eurasia.

• Domba dalam jumlah kecil sering dipelihara di peternakan keluarga, dan dibesarkan bersama-sama hewan ternak lain seperti babi dan ayam. Bila dipelihara dalam jumlah yang banyak, kawanan domba diberi makan dengan cara berpindah-pindah dari satu padang rumput ke padang rumput yang lain. Pekerjaan menggembala domba lahir dari kebutuhan untuk mengawasi kawanan domba dan menjaganya dari serangan serigala dan hewan pemangsa lain. Gembala juga bertugas mengawasi perpindahan kawanan, dan membawanya ke pasar ketika tiba waktunya untuk mencukur bulunya. Selain itu, gembala zaman kuno juga memerah sendiri hewan ternak mereka, dan mengolah susu hewan menjadi keju.
• Sewaktu menggembala kawanan dalam jumlah besar, gembala biasa bekerja secara berkelompok. Seorang gembala menjaga kawanan yang menjadi tanggung jawabnya, sementara mengawasi kawanan milik rekan sesama gembala. Kelompok gembala tinggal di gubuk-gubuk kecil, dan sering juga satu atap dengan kawanan ternak. Bahan makanan keperluan gembala sering dibeli dari masyarakat setempat. Kadang-kadang, gembala tinggal dalam kereta kuda beratap yang bisa dibawa berpindah-pindah.
• Mazmur yang ditulis oleh Daud ini dimulai dengan satu kalimat yang indah “Tuhan adalah gembalaku”
• Kata Tuhan disini menggunakan kata Yahweh yang merupakan nama daripada Allah sendiri. Hal ini menunjukkan suatu kedekatan hubungan yang sangat mendasar antara Daud dengan Allah-Nya.
• Dalam PL ada beberapa sebutan yang digunakan untuk Allah antara lain adonay dan elohim namun penggunaan nama Yahweh mempunyai arti yang khusus’ Kata ini berarti “Ada dengan sendirinya”
• Di dalam kel 3:14 Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai “Aku adalah Aku” jadi, Allah menyatakan bahwa Ia sendiri adalah pribadi yang ada dengan sendirinya, keberadaannya tidak bergantung pada siapapun. Sehingga ketika Daud menggunakan kata Yahweh untuk menyebut Tuhan menunjukkan kepercayaan Daud yang luar biasa kepada Allah Yahweh. Tidak sembarangan orang boleh menyebut kata ini kecuali dengan suatu rasa penghormatan yang dalam.
• Perkataan “Tuhan adalah gembalaku” merupakan suatu pengakuan awal dari Daud sebelum ia meyakini atau mengakui Karya Allah di dalam hidupnya. Ini sangat penting. Kebanyakan orang percaya hanya mengakui karya Allah saja tanpa mempunyai pengertian yang benar akan Allah.
• Kita percaya Yesus karena Yesus memelihara saya, Yesus baik, Yesus mencukupkan kebutuhan saya namun kita tidak tahu siapa Yesus, siapa Allah yang kita sembah sehingga jika Allah tidak memenuhi keinginan kita, rencana kita, maka kita meragukan kalau Allah itu ada.
• Daud tidak demikian dia mendahului mazmur 23 dengan perkataan Tuhan adalah gembalaku yang berarti kesiapan Daud untuk dipimpin Tuhan kemana Tuhan mau apapun yang terjadi.

Bapak ibu sekalian:
• Kita selalu mengingat black Tuesday yang menandai awal resesi ekonomi dunia tanggal 29 Oktober 1929 yang juga disebut sebagai malaise.
• Tahun 1998 menjadi saksi bagi tragedi perekonomian bangsa. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Hanya dalam waktu setahun, perubahan dramatis terjadi. Prestasi ekonomi yang dicapai dalam dua dekade, tenggelam begitu saja. Dia juga sekaligus membalikkan semua bayangan indah dan cerah di depan mata menyongsong milenium ketiga.
• Baru-baru ini dunia juga mengalami krisis ekonomi global dan suka tidak suka Indonesia tampaknya tidak lolos krisis ekonomi. Rabu kemarin, Bursa Efek Jakarta BEJ, untuk sementara dihentikan, setelah Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ anjlok lebih dari sepuluh persen. Bursa Efek Indonesia belum pernah sebelumnya dihentikan akibat penurunan terlalu besar saham.
• Dengan krisis seperti ini dunia usaha mengalami suatu hal yang mengkhawatirkan. Inflasi yang mengancam, suku bunga bank akan naik, melemahnya nilai rupiah ini adalah dampak dari krisis ekonomi global. Beberapa komoditi ekspor kita mandek dan dibatalkan, investasi lesu ini semua gejala yang mengkhawatirkan.
• Namun ditengah hal-hal seperti ini apakah kita berani berkata seperti Daud “Tuhan adalah Gembalaku?”
• Kalau kita berani mengatakan Tuhan adalah gembalaku maka kita harus meyakini bahwa Kristus berkarya di dalam kehidupan kita. Di dalam Mazmur 23 kita akan menemukan 3 Karya Kristus di dalam kehidupan Daud sebagai akibat dari pernyataan Daud “Tuhan adalah gembalaku”:

1. Tidak akan kekurangan
• “Takkan kekurangan aku”, saya bukan penganut theologi kemakmuran, namun kalimat ini memiliki makna yang sangat mendasar, kalimat ini tidak berbicara mengenai kecukupan dalam arti harta yang melimpah ruah. Ketika Daud mengatakan Tuhan adalah gembalaku maka Daud otomatis memposisikan dirinya sebagai seekor Domba.
• Seorang gembala ketika menggembalakan domba pasti mencari daerah-daerah yang berumput sehingga domba-domba tersebut dapat makan dan tidak kelaparan. Dan ketika membawa domba-domba ke padang rumput bukan tidak ada bahaya yang dihadapi domba-domba tersebut namun ketika ada bahaya sang gembala siap melindungi domba-dombanya. Apa artinya bagi kehidupan kita.
• Ketika kita mengatakan “Tuhan adalah gembalaku” kita adalah domba-Nya, dan kita harus yakin bahwa Allah kita akan mencukupi seluruh kebutuhan kita, namun Allah tidak begitu saja memberikan uang dan makanan, ada kerikil-kerikil ada batu-batu, pergumulan yang harus dihadapi anak-anak Tuhan dalam mencukupi kebutuhannya. Namun jika kita sungguh-sungguh mengakui Tuhan adalah gembalaku maka kita harus yakin akan karyanya yaitu kita tidak akan berkekurangan.
• Domba harus berjalan sejauh perjalanan yang ditempuh oleh gembala, domba juga tidak punya pilihan lain selain mengikuti gembalanya jika mau makan, karena sebenarnya domba adalah binatang yang bodoh. Begitupun kita kita harus mengikuti rancangan gembala kita sejauh apapun, sesulit apapun tapi kita harus yakin Gembala Agung kita akan membawa kita ketempat yang ada “makanannya”, kitapun tidak bisa memilih kalau mau aman, karena kita ini “bodoh” sehingga tidak mampu memilih dengan benar tanpa mengikuti gembala Agung kita.
• Janji di dalam Mazmur 37:25 yang ditulis oleh Daud di masa tuanya “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;”
• Luar biasa bukan. Bapak ibu sekalian krisis melanda negri ini, anak-anak Tuhan pasti banyak pergumulan. Yang punya usaha bergumul bagaimana memutar uangnya, bagaimana melunasi pinjaman bank. Yang berkerja sebagai pegawai takut kena PHK, namun janji Tuhan jelas “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” yang jadi masalah adalah apakah kita sungguh-sungguh meyakini Tuhan adalah gembala kita? Kalo iya maka yakinlah kita tidak akan kekurangan karena Firman Tuhan jelas “tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;”
• Ayat 6 tertulis “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”
• Hal ini berarti bagi orang yang mengandalkan Tuhan dalam kehidupannya akan diikuti kebajikan dan kemurahan seumur hidupnya dan akan diam di dalam rumah Tuhan.
• Kata “dan” ini berarti mengindikasikan kalimat pertama dan kedua tidak boleh dipisahkan, kalimat pertama “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku;” ini berarti penyertaan Tuhan sedangkan kalimat kedua “aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Ini adalah berkat-berkat rohani. Apa artinya?
• Kalimat pertama merupakan janji Tuhan kepada umatnya yang senantiasa akan memberikan kemurahan dan kebajikan di dalam setiap pergumulan, namun kalimat kedua merupakan janji Daud kepada Tuhan untuk diam di dalam rumah Tuhan.
• Kebanyakan anak-anak Tuhan maunya hanya kalimat pertama saja, yang dituntut hanya janji-janji Tuhan tapi melupakan tugas sebagai orang percaya. Kita hanya meminta-minta terus tapi tidak melakukan tugas kita sebagai orang percaya.
• Orang yang kerjanya hanya meminta terus sama Tuhan, mengeluh terus dihadapan Tuhan tanpa pernah mengucap syukur akan penyertaan Tuhan dan tidak melakukan tugasnya sebagai anak Tuhan dalam hubungannya dengan sesama sehari-hari juga sama. Terus mengemis minta-minta berkat, mengeluh terus dalam melakukan pelayanan, mengeluh terus dalam bekerja, protes terus, demo terus, coba tanya orang-orang yang sering demo, rajin gak ke gereja? Rajin gak berdoa? Rajin gak pelayanan?
• Orang-orang yang begini adalah orang yang belum menjadikan Tuhan sebagai gembalanya, Orang seperti ini menjadikan Mamon sebagai gembalanya, orang seperti ini patut dikasihani.
• Dari teks ini jelas berisi janji dari Allah bahwa kita tidak akan kekurangan, namun tidak kekurangan jangan dipandang hanya harta melulu itu rendah nilainya namun harus dipandang tidak kekurangan dalam seluruh aspek kehidupan kita, jasmani dan rohani.
• Bapak ibu sekalian, orang yang di dalam Tuhan walaupun hidupnya sederhana tetapi tidak akan pernah merasa kekurangan, sehingga selalu mengucap syukur. Ini adalah orang yang menjadikan “Tuhan sebagai Gembalanya” Tetapi orang yang diluar Tuhan walaupun kaya selalu akan merasa kekurangan dan tidak pernah mengucap syukur.

2. Ada ketenangan dalam menjalani hidup ini
• Iman Daud yang diwujudnyatakan dalam pernyataan “Tuhan adalah Gembalaku” menimbulkan adanya ketenangan di dalam dirinya. Dalam ayat 2 “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang” kata “membaringkan” ini seperti “peregangan otot” jadi seperti orang yang penat pegal lalu badannya dipijat. Sedangkan “padang yang berumput hijau” berarti “padang penggembalaan yang aman, yang dipercayai” . sedangkan “membimbing” diibaratkan seperti “seorang pemandu” yang tahu dengan pasti tempat yang ditujunya.
• Artinya Tuhan akan membawa kita ketempat yang tenang dan aman, Tuhan tidak akan mencelakakan kita.
• Ini terlihat di dalam ayat 4 dimana dikatakan “sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman aku tidak takut bahaya”. Apa artinya? Berarti dalam kehidupan Tuhan tidak hanya membawa kita kedalam sukacita terus menerus tetapi ada kalanya Tuhan ijinkan kita masuk dalam lembah kekelaman, Tuhan ijinkan kita susah, sedih, menangis, takut dll namun percayalah Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya
• Daud tahu pasti akan hal ini. Daud kurang apa? Dia seorang yang takut Tuhan namun ia dibenci oleh Saul, dikejar-kejar untuk dibunuh. Itu suatu pergumulan yang bukan main hebatnya. Namun apakah ia meninggalkan Tuhan? Tidak! Karena apa? Pengakuan mula-mula dia… “Tuhan adalah gembalaku”.
• Daud menulis mazmur ini sebelum ia menjadi raja, jadi ia menulis mazmur ini berdasarkan pengalamannya sebagai seorang gembala domba sehingga ia tahu pasti bagaimana perasaannya kepada domba-dombanya dan itu dihubungkan dengan Tuhannya yang mengasihi domba-dombannya. Kalau Daud tidak akan meninggalkan domba-dombanya ketika dalam bahaya apalagi Allahnya, itulah keyakinan Daud “Tuhan adalah Gembalaku”
• Hal inilah yang membuat Daud mampu berkata aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gadamu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku.
• Orang yang mengakui “Tuhan adalah gembalaku” maka akan nampak dalam kehidupannya sehari-hari… Tenang. Kenapa? Karena imannya menguatkan senantiasa. Namun seringkali orang percaya hanya tenang kalau dalam kondisi aman, namun ketika situasi sulit dan seakan-akan Tuhan diam maka mulailah panik. Tuhan mengijinkan kekalutan terjadi, Tuhan mengijinkan resesi ekonomi terjadi, Tuhan mengijinkan bencana alam terjadi untuk apa? Untuk memurnikan orang percaya.
• Tuhan mengijinkan bangsa Mesir mengejar-ngejar bangsa Israel bahkan mengeraskan hati Firaun, Tuhan mengijinkan bangsa Israel kehausan dipadang gurun, Tuhan ijinkan bangsa Israel kekurangan makanan dipadang gurun, untuk apa? Untuk memurnikan bangsa Israel. Kenapa Allah mengijinkan anak-Nya menderita? Disiksa dan mati di atas kayu salib? Untuk memurnikan kita yang sudah kotor dan najis karena dosa. Kalau Allah sudah merelakan Anak-Nya menderita kenapa kita tidak mau menderita? Baru krisis ekonomi iman goyah, baru rugi dalam perdagangan iman goyah, apalagi kalau mengalami penganiayaan…
• Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
• Firman ini merupakan janji Allah pada kita. Allah akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, Allah memelihara kita dengan memberikan kekekalan. Kalimat ini sebenarnya berhenti di “ Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka” saja sudah cukup, namun kenapa Firman Tuhan harus dilanjutkan dengan kalimat “Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Karena Allah tahu bahwa manusia tidak pernah puas, ingin tahu masa depannya dengan pasti baru tenang. Kalau berdoa sepertinya Allah tidak menjawab maka mulai ragu-ragu. Manusia inginnya Allah seperti ensiklopedi yang siap menjawab setiap pertanyaan secara cepat dan instan.
• Hal ini yang menyebabkan manusia banyak ke dukun, tukang ramal, bahkan SMS PRIMBON yang lagi semarak dilayar kaca. BERDOSA. Kamu gak bisa bekerja di air… ya iya wong manusia..kalo ikan baru bisa di air… yang meramal Bodoh yang mau diramal lebih bodoh lagi alias tolol. Percaya pada Tuhan bukan pada ramalan manusia.
• Yesus saja tahu diri. Yesus saja membatasi diri-Nya. Markus 13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."
• Yesus bukannya tidak tahu tapi Ia membatasi diri-Nya karena Dia hidup alam konteks manusia. Di sisi lain hal Ini juga mengajarkan kepada manusia untuk menyerahkan masa depannya kepada yang Maha Kuasa, mempercayakan kehidupannya kepada Sang Pencipta.
• Psalm 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
• Ayat ini adalah merupakan ayat yang sangat luar biasa, bahkan ketika kita dikelilingi musuh Allah masih mencukupkan kita dengan menyediakan hidangan bagi kita, bahkan Ia mengurapi kepala kita dengan minyak.
• Bapak ibu sekalian pengurapan dalam konteks Perjanjian Lama adalah untuk menandakan kesucian atau pengkhususan bagi Allah. Istilah pengurapan berari sudah menerima karunia Ilahi.
• Jadi luar biasa bukan? Ketika kita berada dihadapan lawan kita Allah mengkhususkan kita, kalau sudah demikian kenapa bisa tidak ada ketenangan di dalam kehidupan kita? Hal itu karena kita belum sepenuhnya mengakui “Tuhan adalah Gembalaku” kebanyakan dari kita masih mengakui “Aku adalah gembala bagi diriku sendiri” betul atau betul?
• Bapak ibu sekalian, orang yang di dalam Tuhan walaupun hidupnya sedang di ujung tanduk tetap tenang, sehingga selalu mengucap syukur, Ini adalah orang yang menjadikan “Tuhan sebagai Gembalanya”. Tetapi orang yang diluar Tuhan walaupun dalam keadaan kecukupan akan merasa selalu tidak tenang dan tidak pernah mengucap syukur.

3. Ada pengharapan
• Kalimat “Ia menyegarkan jiwaku” adalah kalimat yang sangat indah. Terjemahan yang tepat “Ia mengembalikan jiwaku” terjemahan Alkitab bahasa Inggris menggunakan kata “restore” bukan “refresh” sehingga lebih tepat diterjemahkan “mengembalikan”.
• Seseorang yang mengatakan “Tuhan dalah gembalaku” dari lubuk hati yang terdalam maka ada jaminan iman. Ketika lemah maka Tuhan akan mengangkat kita.
• Yesaya 42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
• Apa artinya? Artinya Tuhan akan selalu menopang kita sehingga tidak akan KO seperti seorang pertinju yang dipukul jatuh tidak bangun lagi, gak ada harapan menang. Kita kan seperti seorang petinju yang walaupun dipukul babak belur tetapi tidak tergeletak sehingga selalu masih memiliki pengharapan Film Rocky
• Psalm 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
• Gada=tongkat kerajaan, tongkat= dukungan, sehingga terjemahan yang tepat Allah dengan tongkat kerajaan dengan segala kuasanya akan menghibur kita. Indah bukan? Akan mengembalikan jiwa kita yang hilang, letih, lemah, lesu dan putus asa
• Kalimat “Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.”
• Hal ini berarti selama kita mengakui “Tuhan adalah gembalaku” maka kita jugamemiliki pengharapan bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita Ia selalu akan membawa kia keluar dari permasalahan kita, namun kita harus mengakui dengan sungguh-sungguh bahwa “Tuhan adalah Gembalaku”
• Bapak ibu sekalian, orang yang di dalam Tuhan walaupun hidupnya sedang di ujung tanduk tetap memiliki pengharapan, sehingga selalu bangkit dari keterpurukan, Ini adalah orang yang menjadikan “Tuhan sebagai Gembalanya”. Tetapi orang yang diluar Tuhan walaupun dalam keadaan kecukupan dia tidak memiliki pengharapan dan tidak pernah mengucap syukur.

Filed Under:

Shared and Contact

Bagikan renungan, artikel, cerita, kritik dan saran Anda, klik Disini atau Send Email.

Leave a Reply